Ku gantungkan jasad ini
diantara langit dan awan
ditiup angin ketidakberdayaan
terombang ambing
menuju gerbang kelelahan
mata langit mengintip berkelip dimana-mana
sedikit tertutup awan
tapi masih terlihat sinarnya
aku terbang memetik salah satu diantaranya
namun lelah menyusul menjemput derita
Bumi menangis tertancap tiang-tiang penyangga
berdiri tegak tak kenal rasa
para pekerja berkeringat butiran baja
ditampar jatuh berubah lelah
Tidak ada komentar:
Posting Komentar